Minggu, 17 Juli 2011

SEJARAH PEREKONOMIAN INDONESIA

BAB I
SEJARAH PEREKON0MIAN INDONESIA
 PADA JAMAN PRASEJARAH

Perekonomian bangsa Indonesia pada jaman Prasejarah dibagi empat masa yaitu :
1.    Masa berburu dan mengumpulkan makanan tingkat sederhana (zaman batu tua/Paleolitik)

           Masa berburu dan mengumpulkan makanan merupakan zaman tertua dalam kehidupan manusia. Untuk memenuhi kebutuhan pokoknya, manusia sangat tergantung pada alam.        
Mata pencaharian manusia adalah berburu dan meramu ( mengumpulkan makanan dari hutan ). Binatang buruan saat itu antara lain rusa, banteng, kera, badak, dan kerbau liar. Sedangkan tumbuhan yang dijadikan bahan makanan antara lain umbi-umbian, daun-daunan, dan buah-buahan.
Mereka belum memiliki tempat tinggal yang tetap. Mereka berpindah-pindah selalu mencari daerah baru yang masih banyak binatang buruannya. Setelah binatang buruannya berkurang, daerah itupun ditinggalkan dan kembali mencari daerah yang baru.
Alat yang digunakan terbuat dari batu, kayu dan tulang yang belum diasah/belum dihaluskan/apa adanya. Adapun jenis alat yang digunakan diantaranya :
a.    Kapak Genggam berfungsi untuk menggali ubi dan menguliti binatang.
b.    Kapak Perimbas berfungsi untuk membelah kayu.
c.    Alat Serpih berfungsi sebagai gurdi yaitu untuk melubangi kulit binatang.
d.    Mata Tombak yang terbuat dari kayu dan tulang.

2.    Masa berburu dan mengumpulkan makanan tingkat lanjut (zaman Messolitik/zaman batu madya).
      Pada zaman ini kehidupan manusia sudah mengalami perubahan meskipun secara perlahan-lahan.  Dalam hal ini mereka sudah bereaksi terhadap alam, tidak semata-mata bergantung pada alam.
             Mata pencaharian  berburu sudah meningkat. Mereka sudah menggunakan alat seperti alat menjerat binatang. Di daerah pedalaman sudah banyak memanfaatkan bahan makanan yang berasal dari tumbuh-tumbuhan. Sedangkan yang bertempat tinggal di tepi pantai, memanfaatkan kerang laut sebagai makanan.   Adapun tempat tinggal sementara di gua-gua, ceruk dan di pohon-pohon.
            Alat yang digunakan manusia terbuat dari batu yang sebagian telah diasah/agak halus. Adapun jenis alat yang digunakan diantaranya :
a. Kapak Sumatralit  berfungsi untuk membelah kayu saat membuat rumah.
b. Alat tulang Sampung berfungsi menggali umbi-umbian dan dijadikan anak panah.
c.  Alat serpih Toala  yang berfungsi sebagai gurdi.
       Pada akhir zaman berpindah-pindah, manusia purba mulai mengenal api. Api diperoleh dengan membenturkan dua batu dan ditampung di lumut dan bulu hewan.

3.    Masa Bercocok Tanam dan Menetap ( zaman batu baru/Neolitikum).
Setelah melewati waktu yang sangat lama, lambat laun kemampuanpun berkembang. Manusia yang semula sangat bergantung kepada alam sedikit demi sedikit mulai mampu mengatur alam, mampu menghasilkan bahan makanan sendiri di atas tanah yang mereka jadikan ladang.  Mata pencaharaian pada masa ini dibagi dua masa yaitu :
a.      Masa  Berladang dan Bermukim.
       Mata pencaharian bercocok tanam dengan sistem perladangan atau berhuma. Mereka membuat ladang dengan membakar hutan. Setelah diolah dua atau tiga musim, ladang itu ditinggalkan  dan mencari daerah baru lagi.
              Tempat tinggalnya menetap tidak permanen artinya menyesuaikan ladang yang    dikerjakan.
b.      Masa Bercocok Tanam di Persawahan.
       Tanaman yang ditanam semula  umbi-umbian seperti talas dan keladi kemudian mulai menanam biji-bijian misalnya padi. Bercocok tanam di sawah ini memerlukan teknik dan pengetahuan yang lebih  tinggi tentang pengairan dan perubahan musim.
Selain bercocok tanam di sawah, mata pencaharian antara lain memelihara ternak, berburu, menangkap ikan dan  berdagang dengan sistem barter.
       Tempat tinggalnya sudah menetap. Mereka hidup dalam kelompok-kelompok masyarakat  sebagai embrio terbentuknya perkampungan Pradesa.
Alat yang digunakan antara lain :
a.      Beliung Persegi (Kapak Persegi) seperti cangkul berfungsi untuk menebang kayu dan menggarap sawah.
b.      Kapak lonjong berfungsi menggarap sawah dan benda wasiat.
c.       Alat serpih dan Mata Panah yang tepinya bergerigi  berfungsi untuk berburu.
d.      Gerabah merupakan barang pecah belah misalnya kendi, tempayan,piring, mangkuk yang terbuat dari tanah liat yang dibakar.
e.      Alat pemukul kulit kayu yang terbuat dari batu berguna membentuk  kulit kayu menjadi pakaian.
f.        Benda perhiasan yaitu gelang, kalung, manik-manik terbuat dari batu pilihan dan kerang.


4.    Masa Perundagian (Perindustrian atau pertukangan).
       Pada zaman ini, manusia sudah benar-benar menetap di suatu tempat. Masyarakatnya telah mampu membangun rumah besar bertiang dengan atap melengkung. Kolong rumah menjadi tempat ternak. Rumah semacam itu biasanya dihuni oleh beberapa keluarga. Mereka sudah mengenal pertanian sawah dengan sstem irigasi. Pada masa ini tehnologi berkembang dengan pesat. Pembuatan alat dari logam sudah mereka kuasai.
       Mata pencaharian pada masa ini sudah beranekaragam yaitu pertanian, peternakan,berdagang,  membuat keranjang, membuat gerabah. Pada masa ini terdapat masyarakat yang mempunyai keahlian khusus membuat barang-barang dari logam. Kegiatan perdagangan semakin maju yang menghubungkan daerah satu dengan  daerah lainnya.
       Adapun alat-alat yang dibuat pada zaman undagi antara lain:
a.      Nekara mirip dengan tambur besar atau dandang, merupakan benda yang suci digunakan upacara keagamaan.
b.      Kapak Perunggu (kapak corong atau kapak sepatu). Kapak corong yang besar berfungsi sebagai cangkul. Sedangkan yang kecil untuk mengerjakan kayu. Kapak corong yang tajamnya melengkung panjang atau disebut candrasa digunakan untuk upacara atau tanda kebesaran kepala suku.
c.       Arca Perunggu.
d.      Perhiasan Perunggu seperti gelang, cincin, kalung.
e.      Alat dari besi misalnya mata kapak, pisau, sabit, ujung tombak dan gelang.
f.        Gerabah dan Manik-manik.
       Mata pencaharaian nenek moyang bangsa Indonesia pada akhir zaman prasejarah pada dasarnya dibagi dua yaitu :
1.      Corak kehidupan agraris yaitu corak kehidupan masyarakat yang mata pencaharian utamanya dari kegiatan bercocok tanam. Kelompok msayarakat ini tinggal di daerah pedalaman.
2.      Corak kehidupan bahari yaitu corak kehidupan masyarakat yang menggantungkan kehidupannya pada kegiatan di laut. Mata pencaharian mereka pada umumnya nelayan  dan perdagangan.

       Berdasarkan penelitian prasejarah Indonesia oleh Von Heine Geldern, bahwa penduduk Nusantara telah pandai :
1.    Menanam padi dan menggunakan pisau ketam untuk memotong padi.
2.    Membuat semacam minuman keras (tuak) dengan jalan meragi beras atau jelai.
3.    Beternak kambing, kerbau dan babi.
4.    Membuat periuk belanga dari tanah liat.
5.    Membuat bahan pakaian dari kulit kayu.
6.    Mendirikan rumah panggung.
7.    Mendirikan bangunan dari batu-batu besar (megalith) untuk dipergunakan pada  upacara-upacara penguburan.

        Sedangkan Dr. Brandes dalam disertasinya mengemukakan 10 unsur kebudayaan bangsa Indonesia sebelum mendapat pengaruh Hindu yaitu wayang, gamelan, seni syair,  menenun dan membatik, membuat perkakas dari logam, sistem keuangan, ilmu pelayaran , ilmu perbintangan  yang erat hubunganya dengan pelayaran dan musim, bersawah dengan irigasi yang teratur, susunan pemerintahan masyarakat yang teratur ( golongan pengatur upacara, pertanian, perdagangan, pembuat benda-benda dari logam atau gerabah,dll).

BAB II
PERDAGANGAN DAN PELAYARAN PADA MASA KUNO

A.   Perdagangan dan Pelayaran di Indonesia sampai tahun 1500.
Sejak zaman prasejarah, nenek moyang kita telah menjadi pelaut-pelaut yang tangguh. Lautan yang ada di diantara pulau-pulau tidak menjadi penghalang, melainkan menjadi pemersatu bangsa Indonesia. Nenek moyang kita telah memiliki kemampuan yang tinggi dalam bidang pelayaran. Ketrampilan pelayaran ini sangat bermanfaat untuk melakukan kegiatan perdagangan.
1.    Hubungan Perdagangan Antarpulau di Indonesia.
Hubungan perdagangan antar pulau sampai tahun 1500  terutama dilakukan para pedagang di kerajaan-kerajaan yang ada ditepi pantai misalnya kerajaan Sriwijaya dan Samudera Pasai. Dipulau Jawa ada kerajaan yang pusat pemerintahannya tidak di tepi pantai, namun wilayah kekuasaanya mencapai daerah pantai dan memiliki pelabuhan penting. Misalnya Kerajaan Sunda memiliki pelabuhan Sunda Kelapa dan Banten. Kerajaan Mojopahit memiliki pelabuhan di Tuban dan Gresik.
a.      Kerajaan Sriwijaya.
Pada abad ke-7 sampai abad ke-14, kerajaan Sriwijaya memiliki peranan yang sangat penting dalam perdagangan, baik perdagangan antar pulau di Indonesia maupun dalam perdagangan di Asia. Dalam perdagangan antar pulau, Sriwijaya berperan sbg pusat perdagangan di Nusantara. Kapal dagang dari Jawa, Kalimantan, dll banyak yang berlabuh di pelabuhan Sriwijaya sebelum menuju ke Malaka. Dalam perdagangan Asia, kapal dari Arab dan India bersinggah dulu di Pelabuhan Sriwijaya sebelum meneruskan ke Cina.
b.      Kerajaan Sunda.
Menurut Tome Pires, kerajaan Sunda memiliki enam pelabuban yaitu Banten, Sunda Kelapa, Pontang, Cigede, Tamgara dan Cimanuk. Pelabuhan Banten dan Sunda kelapa merupakan pelabuhan yang ramai. Barang yang diperdagangkan terutama lada dan beras. Para Pedagang dari daerah kerajaan Sunda berdagangan ke kota ini. Kapal dagang berlayar ke Sriwijaya, Kalimantan, Jawa Timur, Madura dan Makasar.
c.       Kerajaan Bali.
Sejak abad ke-11 kerajaan Bali mengembangkan perdagangan antar pulau. Pedagang pria disebut Wanigrama, dan pedagang wanita disebut wanigrami. Perdagangan antarpulau sudah maju. Hal ini diketahui dari isi prasasti Lutungan yang menyebutkan bahwa Raja Anak wungsu membeli 30 ekor kerbau dari daerah Gurun, pulau Lombok.


d.      Kerajaan Mojopahit.
Pada abad ke-14, kerajaan Mojopahit mencapai puncak kejayaan. Tuban dan Gresik merupakan pelabuhan terbesar di pulau Jawa. Kedua pelabuhan itu merupakan pelabuhan transito rempah-rempah dari Maluku yang akan dibawa ke Malaka. Rempah-rempah yang dibawa pedagang Bugis dan Makasar di bongkar dan simpan dulu di dua pelabuhan itu yang selanjutnya dibawa pedagang Jawa Timur menuju ke Malaka. Sedangkan pedagang bugis dan makasar mengisi kembali kapalnya berupa beras untuk dibawa ke Maluku.
e.      Kerajaan Ternate.
Di Maluku Utara pada abad ke-13 terdapat kerajaan Ternate yang berkembang pesat berkat hasil rempah-rempahnya. Pedagang Makasar, Jawa dan Sumatera datang membeli rempah-rempah di Maluku sambil membawa pakaian dan beras untuk dijual di Maluku.
f.        Kerajaan Samudera Pasai.
Kerajaan ini memiliki peranan yang penting dalam perdagangan, karena pelabuhannya banyak didatangi pedagang Nusantara lainnya.

2.    Jenis dan Sumber Barang Dagangan.
Barang dagangan yang dihasilkan di Indonesia yaitu :
a.      Rempah-rempah terdiri :
1)      Cengkeh dari Maluku Utara (Ternate dan Tidore).
2)      Pala dari Maluku Tengah (Ambon, Seram, Banda)
3)      Lada dari Jawa dan Sumatera.
b.      Kayu terdiri :
1)      Kayu Cendana dari NTT
2)      Kayu Gaharu, kayu Besi dan kayu Hitam dari Sumatera dan Kalimantan
3)      Kayu Jati dari Jawa.
c.       Beras dari Jawa, Bali, Lombok dan Sumatera.
d.      Emas dari sumatera dan Sulawesi utara
e.      Hasil hutan  berupa kemenyan, kapur barus, dammar dan madu dari Sumatera, Kalimantan dan Timor.
Selain barang dagangan diatas, juga diperdagangkan binatang ternak seperti kerbau, sapi, kambing dan babi.

3.    Cara Melakukan Perdagangan Antarpulau
Pada mulanya perdagangan dilakukan dengan cara barter. Lama-kelamaan kegiatan perdagangan mengalami perkembangan dan cara perdaganganpun mengalami perkembangan. Ada beberapa jenis mata uang kuno yang digunakan dalam perdagangan waktu itu.
a.      Mata uang Ceitis dan Calais digunakan kerajaan Pajajaran(Sunda).
b.      Drama atau Dirham digunakan di Pajajaran, Jawa Timur dan Samudera Pasai.
c.       Mata uang Tanga digunakan Kerajaan Pedir.
d.      Mata uang Dinar adalah mata uang emas yang dibuat di kerajaan Gowa.
Dalam kegiatan perdagangan antar pulau, uang yang sering digunakan adalah uang emas dan uang dari Cina.

4.    Alat yang Digunakan dalam Lalu Lintas Perdagangan.
Untuk keperluan perdagangan, bangsa Indonesia telah mampu membuat sendiri perahu . Keahlian ini telah dimiliki sejak zaman perundagian Prasejarah. Ini dibuktikan di gua kapur pulau Kei terdapat peninggalan Prasejarah berupa gambar perahu. Di Nekara terdapat gambar perahu.
Berikut ini jenis perahu yang digunakann bangsa Indonesia dalam perdagangan antar pulau yaitu :
a.      Perahu Lesung yaitu perahu yang terbuat dari batang kayu yang dikeruk bagian tengahnya sehingga berbentuk lesung. Jenis perahu ini ada yang bercadik dan tidak bercadik. Sebagai penggeraknya ada yang menggunakan dayung, ada pula yang menggunakan layar.
b.      Perahu Papan yaitu perahu yang terbuat dari papan. Perahu papan dapat dibuat dalam ukuran besar sehingga mampu mengangkut barang dalam ukuran banyak. Untuk menggerakan perahu jenis ini biasanya digunakan layar.

B.   Jalur Perdagangan Kuno di Asia Tenggara sampai Sekitar Tahun 1500.
1.    Jalur Perdagangan Kuno di Asia.
Sejak sebelum abad masehi, di Asia telah terjadi hubungan perdagangan, terutama antara Asia Barat, Asia Timur(Cina), dan Asia Selatan(India). Hubungan perdagangan tersebut dilakukan melalui dua jalur yaitu jalan darat dan jalan laut.
a.    Jalur Perdagangan Lewat Darat.
1)   Jalur Perdagangan.
      Jalur perdagangan ini membentang dari Cina sampai Laut Tengah dan merupakan jalan perdagangan tertua di Asia. Jalur darat ini disebut juga jalan Sutera, karena barang dagangan yang dibawa pada umumnya berupa sutera.
      Adapun rutenya sebagai berikut : Dari Cina menuju arah barat. Setelah melewati Tembok Besar Cina, jalan pecah menjadi dua, yaitu :
a)      Jalan Sutera Utara melewati daerah sebelah utara pegunungan Tien Shan.
b)      Jalan Sutera Selatan melewati daerah sebelah selatan  pegunungan Tien Shan. Jalan Sutera Selatan kemudian bercabang lagi kearah selatan melewati celah Kaybar menuju India.
Jalan Sutera Utara dan Selatan kembali bertemu di daerah Tashkent. Dari sana, jalan itu menuju ke barat melalui Turkestan, Asia kecil (daerah Bulan sabit yang subur) dan akhirnya sampai di Laut Tengah (Eropa).
2)   Barang Yang Diperdagangkan.
Barang yang diperdagangkan :
a.      Dari Cina berupa sutera, teh dan kerajinan keramik.
b.      Dari India berupa perhiasan emas, kerajinan gading dan ukiran.
3)   Alat Yang Digunakan.
Menggunakan Unta dan Kuda. Mereka berangkat dalam rombongan atau kalifah yang jumlahnya cukup banyak.
4)   Peranan Jalan Sutera.
Jalan Sutera memiliki peranan penting dalam perdagangan kuno di Asia, yaitu :
a.    Sebagai penghubung antara kerajaan besar di Timur yaitu Kerajaan China dan di Barat  yaitu Kerajaan Romawi. Keduanya merupakan kerajaan yang maju dalam bidang kebudayaan maupun perdagangan.
b.    Sebagai  jalan masuknya pengaruh agama Budha dari India ke Cina yaitu melalui celah kaybar.

b. Jalur Perdagangan Lewat Laut.
1) Jalur Perdagangan Laut.
Faktor yang mendorong dilakukannya perdagangan lewat laut ialah :
a)      Jalan darat dianggap sudah tidak menguntungkan karena banyaknya hambatan. Hambatan itu meliputi :
- faktor alam seperti udara di Asia Tengah pada siang hari sangat panas, sebaliknya malam hari sangat dingin.
- Sering terjadinya perampokan terhadap para pedagang oleh suku barbar yang masih nomaden.
 b) Telah berkembangnya ilmu pelayaran yaitu penemuan arah angin musim yang tetap dalam setiap tahun telah mempermudah untuk pelayaran.
c) Telah berkembangnya tehnologi pelayaran  yaitu kemampuan membuat kapal dalam ukuran besar yang mampu memuat barang dagangan dalam jumlah yang banyak.

       Jalur perdagangan lewat laut antara Asia Barat dan Asia Timur telah terjadi sejak abad pertama masehi. Ini dibuktikan di Kanton ada perkampungan pedagang Arab dan Persia.
      Dalam hubungan perdagangan inilah, peranan Asia Tenggara sangat penting. Para pedagang dari Asia Barat maupun Cina pasti melewati Asia Tenggara.
       Adapun rute pelayaran para pedagang dari Cina menuju Asia Barat sebagai berikut :
Pedagang Cina berangkat dari pelabuhan Kanton         Laut Cina Selatan
       Selat Malaka     Teluk Benggala       Kalikut (bagian selatan India)      
Kambay ( kota dagang di Gujarat/bagian barat India)       Laut Arab.
Dari Laut Arab, jalur perdagangan pecah menjadi dua yaitu :
a)      Laut Arab       Teluk Persia ( terdapat kota dagang yaitu Bahrain dan Basrah)        dilanjutkan lewat jalan darat : melewati kota Aleppo dan Turkestan dan akhirnya sampai di Laut Tengah.
b)      Laut Arab         Laut Merah ( terdapat kota dagang yaitu Aden dan Jeddah)      Tanah Genting/Tanah sempit        dilanjutkan jalan Darat (daerah yang sekarang bernama : TERUSAN SUEZ        Kota Iskandariah di Mesir         Laut Tengah.
       Sekarang bagaimanak halnya dengan para pedagang dari Asia Barat dan India yang akan menuju Asia Timur ? Jawabanya jalur perdagangan yang dilewati sama dengan jalan yang dilewati para pedagang Cina, hanya arahnya berlawanan.

Pedagang dari Arab dan India yang menuju ke Asia Timur dengan rute : Laut Arab       Gujarat
(bagian barat India)        Kalikut (bagian selatan India)      Teluk Benggala        Selat Malaka : jalur perdagangan pecah menjadi empat jalur  yaitu :
a)      Selat Malaka        Laut Cina Selatan        Kanton (Cina).
b)      Selat Malaka         Pantai Utara Pulau Jawa (Banten, Sunda Kelapa, Demak, Tuban , Gresik)        Indonesia Timur ( Makasar, Maluku).
c)      Selat Malaka         Pantai Utara Pulau Jawa (Banten, Sunda Kelapa, Demak, Tuban , Gresik)        Makasar      selat Makasar        menyusuri pantai Timur Kalimantan         Filipina          Kanton (Cina).
d)      Selat Malaka         Pantai Utara Pulau Jawa (Banten, Sunda Kelapa, Demak, Tuban , Gresik)       Selat Karimata (menyusuri pantai barat Kalimantan)       Filipina         Kanton (Cina)

2). Pusat-Pusat Perdagangan di Jalur perdagangan Laut :
a) Asia Timur berpusat di Kanton.
b) Asia Tenggara berpusat di Sriwijaya, Samudera Pasai dan Malaka
c) Asia Selatan berpusat di Kalikut dan Cambay.
d) Asia Barat berpusat Teluk Persia ( Basrah, Bahrain, Aleppo) dan berpusat di Laut Merah   ( Aden dan Jeddah).

3). Barang Yang Diperdagangkan :
a) Dari Cina : Kain Sutera dan kerajinan Porselin
b) Dari Asia Tenggara ( Indonesia) : rempah-rempah, beras.
c) Dari Asia Selatan : Kerajinan Gading, ukiran, kain tenun
d) Dari Asia Barat : wangi-wangian, tekstil, perhiasan emas dan batu permata.

C.    Peranan Pusat-Pusat Perdagangan di Sekitar Laut Tengah dalam Perdagangan antara Asia dan Eropa.
       Laut Tengah dengan kota-kota perdagangannya memiliki peranan sebagai penghubung kegiatan perdagangan antara Asia dan Eropa. Adapun kota-kota tersebut ialah :
1.      Konstantinopel (Kota pertama perdagangan rempah-rempah).
Kota berperan sebagai pelabuhan transito rempah-rempah artinya rempah-rempah dari Indonesia dibawa pedagang Asia dan dijual ke pedagang eropa, kemudian di bawa ke Negara-negara Eropa.
2.      Iskandariyah.
Terletak di pantai utara Mesir dan kota ini berperan kota kedua perdagangan rempah-rempah. Pedagang Asia menjual barang dagangan ke pedagang Eropa dan Afrika Utara.
3.      Venesia dan Genoa.
Terletak di Italia. Peranannya sbagai kota persinggahan para pedagang Eropa yang akan menuju ke Konstantinopel.
4.    Aleppo.
Terletak di Syiria (Asia Barat), Kota berperan sebagai kota persinggahan para pedagang  yang membawa rempah-rempah dari Basrah ke Konstantinopel.

D.   Letak Geogrfis dan Peranan Indonesia dalam Kegiatan Perdagangan di Asia.
1.   Letak Geografis Indonesia.
Letak wilayah Indonesia sangat strategis dan menguntungkan, hal ini disebabkan :
a.      Indonesia berada dan sebagai jembatan penghubung  di antara dua benua (Asia dan Australia) dan dua samudera (Samudera Hindia dan Pasifik).
b.      Indonesia berada di daerah Khatulistiwa dan di lalui oleh angin musim (sangat bermanfaat untuk pelayaran).
c.       Indonesia berada di jalur pelayaran dan perdagangan Internasional dari Asia Timur ke Asia Barat.
d.      Wilayah Indonesia tanahnya subur sehingga memungkinkan tumbuhnya berbagai jenis tanaman sebagai komoditas perdagangan.

2.   Peranan Indonesia dalam Kegiatan Perdagangan di Asia sampai tahun 1500.
a.   Peranan Kerajaan Sriwijaya.
1)      Sebagai pusat perdagangan yaitu pelabuhan Sriwijaya banyak disinggahi kapal dagang dari Negara lain untuk bongkar muat barang dagangan.
2)      Pelindung Kapal-Kapal Dagang yang berlayar di Nusantara yang dilakukan armada Sriwijaya.
3)      Ikut serta  Aktif dalam Perdagangan di Asia dengan ditunjukan oleh  kapal dagang Sriwijaya berlayar membawa barang dagangan keluar negeri.
b.   Peranan Kerajaan Mojopahit.
Kerajaan Mojopahit yang mempunyai dua pelabuhan Tuban dan Gresik menjadi pelabuhan Transito rempah-rempah dari Maluku di bawa ke Malaka di teruskan ke Asia Barat maupun Asia Timur. Kerajaan Mojopahit memiliki peranan yang besar dalam kegiatan ekspor keluar negeri, dan menyediakan bekal makanan dan air untuk awak kapal.
c.    Peranan Kerajaan Ternate.
Berperan sebagai sumber barang dagangan rempah-rempah  terutama cengkih yang merupakan komoditas perdagangan Internasional.
d.   Peranan Kerajaan Sunda (Pajajaran).
Berperan sebagai pengekspor barang dagangan berupa beras dan lada melalui pelabuhan Banten dan Sunda Kelapa.
e.   Peranan Kerajaan-Kerajaan Lain di Indonesia.
 
Perekonomian Negara menurut Klasik dan Keynes.
       Kaum Klasik hidup pada waktu sebelum abad ke-19. Tokoh utama dari kaum klasik bernama Adam Smith. Mereka menginginkan perekonomian suatu Negara berjalan dengan sebebas-bebasnya diatus oleh swasta atau mekanisme pasar tanpa campur tangan dari pemerintah. Apabila perekonomian suatu Negara menganut system “laissez faire”, maka masyarakat dinegara tersebut akan mencapai kesejahteraan secara otomatis. Laissez faire adalah suatu system perekonomian yang masyarakatnya benar-benar bebas untuk melakukan kegiatan ekonominya masing-masing.
       Pemerintah hanya bertugas dibidang-bidang tertentu yaitu bidang pertahanan, keamanan, hokum, kepamongprajaan, dsb.
Ciri-ciri Kapitalisme model Klasik :
1.       Berlangsungnya kegiatan ekonomi yang dilakukan oleh perusahaan-perusahaan kecil dalam jumlah yang besar, dimiliki oleh perorangan atau keluarga yang secara langsung mengemudikan jalannya usaha.
2.       Pengaturan kegiatan ekonomi dilakukan oleh apa yang disebut “pasar”, dimana persaingan bebas berlaku secara dominan.
3.       Adalah terjadinya alokasi buruh atau tenaga kerja diantara para majikan melalui system upah  atau kontrak kerja dalam mekanisme pasar tenaga kerja

4.       Negara pada dasarnya tidak melakukan intervensi  kedalam system pasar, melainkan lebih banyak membiarkan system pasar bekerja secara bebas. Dalam system itu, peran Negara lebih bersifat mendukung daripada mencampuri fungsi yang dijalankan oleh pasar. 




Tidak ada komentar:

Poskan Komentar